Sasando adalah alat musik tradisional yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Alat musik ini memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi bentuk, cara memainkan, maupun suara yang dihasilkan. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang Sasando—menyoroti 5 fakta menarik yang tentu akan menambah wawasan kamu tentang alat musik yang satu ini.
1. Sejarah dan Asal Usul Sasando
Sasando memiliki sejarah yang sangat kaya dan mendalam, yang berakar dari warisan budaya masyarakat Rote. Dalam bahasa Rote, “sasando” berarti “bermain dengan suara”. Sasando dikatakan telah ada sejak abad ke-19 dan digunakan dalam berbagai kegiatan budaya dan upacara adat.
Sebagian besar informasi tentang asal usul Sasando berasal dari kisah lisan masyarakat Rote. Ada legenda yang menceritakan bahwa Sasando diciptakan oleh seorang pria bernama “Oma Kebu” yang menggali ide dari struktur pelepah daun lontar. Masyarakat percaya bahwa alat ini telah menjadi simbol keharmonisan dan kebersamaan dalam tradisi mereka.
Meskipun berasal dari satu pulau kecil, pengaruh Sasando telah meluas hingga mengubah wajah musik tradisional di seluruh Indonesia dan bahkan di dunia. Pada tahun 2014, Sasando dinyanyikan oleh penyanyi Indonesia, Nia Dinata, di acara World Music Expo di Spain, yang menunjukkan bahwa alat musik ini telah menarik perhatian global.
2. Bentuk dan Cara Kerja Sasando
Sasando memiliki bentuk yang unik dengan pangkal berbentuk oval dan bagian tengah yang lebih ramping. Bagian utama Sasando terbuat dari kayu dan dilapisi pelepah daun lontar. Alat ini memiliki string yang terbuat dari benang halus, yang biasanya terbuat dari nylon atau kawat. Mirip dengan harpa, Sasando menghasilkan suara yang lembut dan merdu.
Cara Memainkan Sasando
Sasando dimainkan dengan cara dipetik, dan pemain harus menggunakan jari-jarinya untuk menekan senar dengan tepat. Dalam satu alat Sasando, terdapat antara 24 hingga 36 senar, tergantung pada jenisnya. Setiap senar menghasilkan nada yang berbeda, sehingga pemain dapat menciptakan melodi yang indah dan bervariasi.
Dalam pertunjukan, Sasando sering dimainkan bersama alat musik tradisional lainnya seperti gendang atau gong, menciptakan harmoni yang luar biasa. Keahlian dalam memainkan Sasando bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang menangkap emosinya, dan itulah yang menjadikan pertunjukan Sasando sangat mengesankan.
3. Keberagaman Jenis Sasando
Sasando tidak hanya terdiri dari satu jenis, tetapi memiliki beberapa varian yang berbeda. Masing-masing varian ini memiliki karakteristik dan nada yang berbeda, memberikan nuansa unik dalam setiap penampilannya.
Jenis-jenis Sasando:
-
Sasando Bambu: Menggunakan bambu sebagai bagian dari kerangka dan sering kali memiliki suara yang lebih ringan dan ceria.
-
Sasando Lontar: Adalah bentuk yang paling umum, dengan komponen utama dari lontar, memberikan suara yang lebih kaya dan dalam.
- Sasando Genjring: Dianggap lebih modern, mengadopsi beberapa elemen dari alat musik lain namun tetap menjaga elemen tradisional.
Beragam jenis Sasando ini memungkinkan para musisi untuk mengekspresikan diri mereka dengan cara yang sangat kreatif, menjadikannya alat musik yang fleksibel dan dapat digunakan dalam berbagai genre musik.
4. Peran Sasando dalam Kebudayaan Masyarakat Rote
Sasando adalah bagian integral dari kebudayaan masyarakat Rote, tidak hanya dalam musik tetapi juga dalam upacara adat dan ritual keagamaan. Alat musik ini sering dimainkan dalam berbagai acara seperti pernikahan, acara penyambutan tamu, dan kegiatan merayakan hasil pertanian.
Tradisi dan Upacara
Dalam tradisi masyarakat Rote, Sasando digunakan sebagai simbol dari kesatuan dan kebersamaan. Pemain Sasando, yang sering kali berasal dari keluarga atau generasi tertentu, mewariskan teknik dan repertoar lagu kepada generasi berikutnya melalui proses belajar dan berlatih. Dengan demikian, Sasando bukan sekadar alat musik, tetapi juga alat yang mengikat sejarah dan identitas masyarakat Rote.
Seorang ahli budaya dari Nusa Tenggara Timur, Dr. Asriadi Prabowo, pernah menyatakan, “Sasando adalah lebih dari sekadar alat musik. Ini adalah jembatan antara generasi, menghubungkan masa lalu dengan masa kini.”
5. Sasando di Dunia Modern
Seiring berjalannya waktu, Sasando mengalami perubahan dan adaptasi untuk mengikuti perkembangan zaman. Kini, Sasando tidak hanya dimainkan dalam konteks tradisional; alat musik ini juga telah menginspirasi banyak musisi kontemporer, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Musik dan Kolaborasi
Banyak musisi dari berbagai genre, mulai dari pop, rock hingga musik fusion, mulai menggabungkan Sasando dalam karya mereka. Upaya ini bertujuan untuk memperkenalkan Sasando kepada generasi muda dan menjadikannya lebih relevan dalam konteks musik modern. Banyak kolaborasi antara pemain Sasando dan musisi lainnya yang menghasilkan suara baru yang menarik.
Contoh nyata adalah kolaborasi antara musisi Sasando seperti Alok, yang menggabungkan alat musik ini dengan musik elektronik. Hasilnya adalah bunyi yang unik dan menarik, membawa Sasando ke panggung internasional dan memungkinkan alat musik tradisional Indonesia ini ditemukan oleh banyak orang di luar negeri.
Kesimpulan
Sasando adalah unsur penting dalam kebudayaan Indonesia yang kaya dan beragam. Dari sejarah dan bentuknya yang unik, hingga peran sentral dalam upacara adat dan eksplorasi dalam musik modern, Sasando adalah lambang dari identitas masyarakat Rote, dan keindahan tradisi Indonesia. Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan zaman, Sasando tetap relevan dan menjadi inspirasi bagi banyak musisi.
Ketika kamu mendengarkan alunan musik Sasando, ingatlah bahwa di balik suara yang lembut itu, ada cerita panjang yang menghubungkan kita semua dengan warisan budaya yang sangat berharga. Mari kita lestarikan Sasando dan alat musik tradisional Indonesia lainnya agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
FAQ tentang Sasando
1. Apakah Sasando hanya berasal dari Rote?
Ya, Sasando adalah alat musik tradisional yang berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Meskipun demikian, seiring berjalannya waktu, pengaruh Sasando telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.
2. Bagaimana cara merawat Sasando?
Perawatan Sasando dapat dilakukan dengan menjaga kelembapan alat musik dan menyimpannya di tempat yang tidak terlalu panas atau lembap. Senar juga harus diganti secara berkala untuk menjaga kualitas suara.
3. Apakah Sasando sulit untuk dimainkan?
Seperti alat musik lainnya, kemampuan memainkan Sasando bergantung pada latihan dan pengalaman. Untuk pemula, mempelajari dasar-dasar teknik memetik dan permainan senar sangatlah penting.
4. Dapatkah Sasando digunakan dalam genre musik lain?
Tentu saja! Banyak musisi telah menggabungkan Sasando dengan berbagai genre musik, seperti pop, rock, dan bahkan musik elektronik, menciptakan suara baru yang inovatif.
5. Di mana saya bisa mendengarkan pertunjukan Sasando?
Pertunjukan Sasando dapat ditemukan di berbagai acara budaya, festival seni, dan pertunjukan musik tradisional di Indonesia. Seiring perkembangannya, banyak musisi modern juga menyertakan Sasando dalam karya mereka yang bisa ditemukan di platform musik digital.
Dengan pengenalan tentang Sasando yang lebih mendalam ini, diharapkan kamu dapat menghargai lebih jauh warisan budaya yang luar biasa ini. Semoga informasi ini bermanfaat untuk kamu dan mendorong untuk lebih mengenal alat musik tradisional kita!

